Slipper Clutch – Apa dan bagaimana cara kerjanya? 


Tanggal 1 April adalah tanggal yang ditunggu tunggu biker tanah air dimna dihari tersebut resmi Yamaha R15 V3 launching. dengan segala kelebihannya motor besutan yamaha ini dibandrol OTR Jakarta 34,5 IDR. salahsatu fitur anyar dalam produknya ini yamaha telah melengkapi dengan sebuah fitur ‘Slipper Clutch assist’ benda apakah itu? ini yang akan kita baahas dalam tulisan kali ini. check it out!

Dari penjelasan Kawasaki Heavy Industries, Jepang, assist & slipper clutch punya dua cam, assist cam dan slipper cam). Keduanya menggerakan clutch hub dan mengoperasikan pelat kopling bersamaan, atau terpisah.

Pada penggunaan normal, assist cam berfungsi sebagai mekanisme self-servo, yakni menarik clutch hub dan mengoperasikan pelat secara bersamaan untuk menekan pelat kopling. Ini membuat beban per kopling berkurang. Pengendara semakin merasa ringan saat menekan tuas kopling.Kebalikannya, saat pengendara melakukan engine brake dengan menurunkan gigi ke posisi lebih rendah, slipper cam gantian bekerja. Komponen ini memaksa clutch hub dan pelat terpisah, yang membuat tekanan pada pelat kopling berkurang. akibatnya pada saat kita melakukan down shift (penurunan gigi) secara cepat, maka gejala torsi berlebihan pada kopling (disebut juga back torque) yang menyebabkan ban belakang mengalami skid (mengunci) dan hilang traksi tak 

Sebagai contoh saat kita riding dikecepatan tinggi kemudian tiba-tiba didepan ada belokan tajam, reaksi reflek yang pasti kita lakukan adalah memperlambat laju kendaraan tentunya, dengan cara pengeraman dan memindahkan gigi ke yang lebih rendah.
Tapi bagaimana jika kita hanya memiliki waktu yang sangat singkat dan kita harus shift gigi 2 sampai 3 level rebih rendah dalam waktu tsb? dan ketika kita melakukan ini, selain beresiko pada gearbox, tentu sangat beresiko juga pada keselamatan karena mesin dipaksa melambat. sebuah mekanisme untuk mengatasi masalah ini Slipper Clutch disebut juga ‘back torque limiter clutch‘ diperkenalkan. 

Slipper Clutch bekerja dengan cara memungkinkan kopling untuk menyesuaikan pada putaran mesin di kecepatannya. 

Dalam cengkeraman normal, gaya pengereman ditransmisikan ke roda belakang melalui rantai drive (atau drive shaft) yang menyebabkan roda belakang goyang, melompat bahkan kehilangan traksi. Ini adalah konsep utama di balik slipper clutch untuk mengontrol roda belakang di bawah pengereman keras dan downshifting yang menyebabkan roda belakang kehilangan traksi. Hal ini sangat berguna terutama pada saat perpindahan gear dari yang lebih tinggi di mana gaya pengereman sangat besar dan dapat menyebabkan sepeda motor keluar dari kendali saat kecepatan tinggi yang dapat menyebabkan tabrakan / kecelakaan!

Jadi jelas kelebihan dari Slipper Clutch ini untuk mengurangi gaya yang tiba-tiba berubah di bagian dalam transmisi dan akan mengurangi keausan pada transmisi. Hal ini dapat mencegah roda belakang mengunci dalam kasus mesin kejang atau kegagalan transmisi.Hal ini juga mengurangi kerja suspensi dengan menyerap gaya pengereman sehingga akan tetap stabil pada saat menikung.

Semoga bermanfaat. 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s