IMHO : “Memelihara Tradisi” tidak harus mengorbankan “Safety Riding”


Menanggapi peraturan pemerintah Lhokseumawe, tentang larangan wanita duduk mengangkang saat dibonceng, diluar dengan tujuan untuk memelihara tradisi atau syariat,  Aturan ini layak di evaluasi ulang, berhubung efeknya akan mengorbankan keselamatan di jalan raya. memang masih ada mitos kalau cewek baik-baik spontan duduk dibonceng nyamping, lantas kebalikannya, ‘cewek nakal’ atau agresif akan dibonceng ala laki atau ngangkang.

20120709_boncenger_1

Dalam aturan safety riding, yang di bonceng (boncenger) adalah co-rider yang didak seperti halnya barang pasif. Ia secara tidak langsung turut andil pada ke-seimbangan bermotor.

This entry was posted in Safety Riding and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s